Program RT-Ku Terbaik Mulai Direalisasikan, Insentif RT Telah Dibayarkan
Kepala DPMD Kukar Arianto.
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Dukungan anggaran melalui Program RT-Ku Terbaik mulai direalisasikan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satu pemanfaatannya telah diarahkan untuk pembayaran insentif pengurus Rukun Tetangga (RT), sementara tahap berikutnya disiapkan untuk mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Program RT-Ku Terbaik
merupakan salah satu program dedikasi Kukar Idaman Terbaik yang dirancang untuk
memperkuat peran RT sebagai ujung tombak pembangunan di lingkungan masyarakat.
Berdasarkan Peraturan
Bupati Kukar Nomor 10 Tahun 2026, program ini merupakan program pemberdayaan
masyarakat yang bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan RT sekaligus
meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat melalui pembangunan dan
pemberdayaan berbasis RT.
Pelaksanaannya
diarahkan agar kegiatan di lingkungan RT dapat disusun berdasarkan kebutuhan
masyarakat.
Mulai dari penguatan
hubungan sosial kemasyarakatan, peningkatan kualitas lingkungan, sarana dan
prasarana umum skala lingkungan, hingga kegiatan pemberdayaan ekonomi dan
sosial.
Program juga
mengedepankan musyawarah warga sebagai dasar dalam menentukan kegiatan yang
akan dilaksanakan.
Kepala Dinas
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto mengatakan, anggaran
yang tersedia di kecamatan saat ini telah dimanfaatkan, salah satunya untuk
membayarkan insentif pengurus RT.
"Yang tersedia
dana kan Rp100 juta itu di kecamatan. Sekarang sudah terserap, saya totalnya
belum tahu, ya. Intinya, yang kami mendapatkan laporan sudah dibayarkan oleh,
digunakan oleh camat, membayar insentif RT," ujarnya saat ditemui pada Kamis
(24/9/2026).
Menurutnya,
pembayaran insentif tersebut mencakup pengurus RT yang terdiri atas ketua,
sekretaris, dan bendahara.
Berdasarkan laporan
yang diterima DPMD Kukar, pembayaran telah dilakukan selama tujuh bulan,
terhitung sejak Januari hingga Agustus.
"Artinya,
pengurus dari ketua, sekretaris, bendahara itu sudah tujuh bulan, Januari
sampai dengan Agustus sudah dibayarkan," jelasnya.
Setelah pembayaran
insentif tersebut, pemanfaatan anggaran selanjutnya akan diarahkan pada
kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat.
Pemerintah Kecamatan
akan menyusun perencanaan agar anggaran dapat digunakan sesuai kebutuhan
masyarakat di wilayah masing-masing.
"Nah, selesainya
nanti kita akan rencanakan, mudah-mudahan di Oktober bisa digunakan untuk
program-program pemberdayaan masyarakat," tuturnya.
Ia sekaligus
memastikan alokasi Rp100 juta yang saat ini teranggarkan di Kecamatan tidak
mengalami pemotongan.
Dengan demikian,
pelaksanaan pemanfaatan anggaran akan dilakukan secara bertahap sesuai
perencanaan yang telah disusun.
"Sampai dengan
saat ini tidak ada pemotongan, masih Rp100 juta teranggarkan di Kecamatan,"
tegasnya.
Sementara itu,
pelaksanaan Program RT-Ku Terbaik di Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong
Seberang masih menunggu penyaluran dana.
Kepala Desa Loa Lepu,
Sumali mengatakan, hingga saat ini anggaran program tersebut belum diterima di
desanya.
"Untuk sementara
ini, dananya belum turun. Program RT-Ku Terbaik ini, pencairannya kemarin kan
bulan September, tetapi sampai saat ini belum ada," ujarnya.
Menurutnya, meski
dana program belum diterima, kegiatan kemasyarakatan di tingkat RT tetap
berjalan.
"Jadi, kegiatan
di RT baru sebatas gotong royong rutin setiap bulan. Baru itu saja.
Program-program lainnya belum bisa dilaksanakan," ucapnya.
Ia mengatakan, pihak
desa masih menunggu penyaluran dana untuk dapat menjalankan kegiatan lain yang
telah direncanakan melalui program tersebut. .
Adapun untuk insentif pengurus RT, Sumali menyebut pembayaran telah dilakukan di wilayahnya.
"Yang berjalan
baru insentif RT. Itu kemarin selama tiga bulan, kalau tidak salah, sudah
terbayarkan," pungkasnya. (Adv/Kriz)